Minggu, 25 Januari 2015

Ibu.

          Ibu adalah segalanya bagi kita. Begitu pula yang dikatakan oleh penulis hebat Washington Irving"Ibu adalah sahabat sejati, hanya ibulah yang tetap bersama kita dalam semua kesusahan, kesedihan dan saat tergelap dalam hidup kita”. Dan itulah yang kita yakini “Ibu adalah segalanya”.
          Siapakah Ibuku? Ibuku anugrah terindah bagiku, seorang yang sangat spesial yang pertama aku kenali saat lahir didunia ini. Ibuku seorang Insinyur yang paham benar dengan sifat dan keinginanku. Ibuku bagaikan kapal induk tegar, yang selalu mengasihi dan selalu membukakan pintu bagi anak yang membutuhkannya. Dan Ibuku adalah Surgaku.
          Ya Ibuku adalah Surgaku, seperti yang diajarkan oleh agama saya “Surga ada di telapak kaki Ibu”. Aku percaya bahwa disetiap inci kaki Ibuku melangkah pasti terdapat jutaan kebaikan disetiap langkahnya, karena aku yakin langkah itu pasti untuk kebaikan anak-anaknya. Meskipun Ibu selalu marah, itu hanyalah bagian kecil dari Ibu, dan bagian besarnya adalah rasa sayang dan Cinta. Karena marahnya ibu adalah wujud cinta Ibu terhadap anaknya.
          Ibu adalah orang yang secepatnya kau hampiri bila kau dalam masalah, tetapi saat Ibu dalam masalah dia hanya menyimpan serta menutup-nutupinya begitu besar perjuangan Ibu. Tak hanya itu saja dia juga bertingkah seperti tidak ada apa-apa dalam hidupnya. Perjuangannya sangat tinggi dan Ibuku rela berkorban untuk aku 16 tahun lamanya. Tanpa mengharapkan imbalan, tanpa pamrih. Itulah Ibuku.
         Ibuku sangat berpengaruh bagi kehidupanku, ia selalu ikut andil dalam semua yang aku lakukan di kehidupanku, dia selalu mengerti bagaimana kehidupanku akan berjalan. Ibuku bagaikan penuntun kahidupanku, penerang jalanku, serta tujuan hidupku. Ya Ibuku adalah tujuan hidupku, membahagiakan dia. Ibuku bagaikan malaikat dalam kehidupanku.
          Aku memang selalu mendewakan Ibuku disetiap waktu. Namun bodohnya aku tidak pernah mengungkapkan isi hatiku sebernarnya kepada Ibuku. Aku tak pernah memujamu, Aku tak pernah bersifat baik kepadamu, Aku tak pernah halus kepadamu, dan Aku tak pernah berkata sayang padamu Ibu. Tetapi “sayang” tak harus diungkapkan, “sayang” adalah perasaan yang tak dapat diungkapkan oleh kata-kata “sayang” adalah bukti cinta kita. Aku sayang kamu Ibu :)

Minggu, 18 Januari 2015

Siapakah Aku?

         Ada pepatah berkata “Tak Kenal Maka Tak Sayang” dari pepatah itu izinkanlah aku memperkenalkan diriku. Siapakah Aku? Aku adalah siswa di SMK Negeri 2 Buduran yang bernama Rizky Ramadhany, selain bernama RIzky aku juga mempunyai nama panggilan Riki dari teman-temanku. Baru saja 6 bulan yang lalu aku diterima di sekolah impianku sejak SMP bukan hanya diterima di sekolah impianku saja, aku juga diterima di kerjuruan yang aku suka, TI.
        Siapakah Aku? Aku adalah 10% dari orang-orang dimuka bumi ini yang mempunyai ciri unik yaitu menulis dengan tangan kiri atau biasa orang sebut “kidal”. Aku merupakan orang kidal yang 100% alami dari aku sejak lahir, meskipun begitu aku tidak melakukan semua kegiatanku dengan kanan kiri. Misalnya makan, karena menurut orang Indonesia dan agamaku makan dengan tangan kiri itu tidak benar. Fakta menunjukkan bahwa orang kidal lebih menonjolkan otak kanannya untuk berkreatifitas, dibanding otak kirinya yang untuk berfikir, itu benar karena aku menyukai kreatifitas yang mengundang jiwa seniku untuk berkarnya, baik itu musik, menulis, ataupun menggambar.
         Siapakah Aku? Aku adalah anak kedua dari 3 Bersaudara dan kedua saudaraku mempunyai kelamin yang sama sepertiku, yakni Laki-laki. Aku mempunyai kakak yang unik, uniknya adalah dia tidak sama seperti kita semua yang dapat sekolah disekolah nomal. Kakakku mempunyai kebutuhan khusus, ya kakakku mengidap penyakit Autisme yang membuat mentalnya keterbelakangan. Sewajarnya saat ini dia sudah waktunya menyelsaikan masa kuliahnya dan berlanjut untuk berkerja tetapi itu hanya impianku dan keluarhaku saja. Meskipun begitu kami sekeluarga menyayangi dia karena bagi keluargaku ialah pemimpin dan kakak bagi adik-adiknya.
au·tis·me n gangguan perkembangan pd anak yg berakibat tidak dapat berkomunikasi dan tidak dapat mengekspresikan perasaan dan keinginannya sehingga perilaku hubungan dng orang lain terganggu 

         Siapakah Aku? Aku adalah orang yang mencintai Seni, dan berjiwa Seni. Karena ini adalah turunan dari Ayahku yang juga dulunya adalah seniman, ia dapat melukis, mendekor, dan banyak hal lagi yang dapat ia kerjakan. Aku menyukai musik, dan gambar (terutama dalam bidang grafisnya), dan aku dapat berkerja dibidang itu. Aku dapat bermain musik secara otodidak, karena 1 keluargaku tidak dapat bermain musik. Aku hampir dapat memainkan alat musik gitar, bass, dan piano. Saat ini aku sedang mempelajari dan memperdalam cara bermain piano karena aku baru kenal alat musik ini sekitar 4 bulan yang lalu, aku tertarik dengan cara permainan piano yang membutuhkan kelincahan dan konsentrasi yang tinggi untuk menciptakan melodi yang indah.
          Siapakah Aku? Aku adalah seorang pemimpi yang mencita-citakan untuk selalu dikenal banyak orang. Dulu aku pernah bercita-cita untuk menjadi founder serta CEO di perusahaan elektronik yang besar, aku dulu selalu terobsesi dengan idolaku Steve Jobs saat aku SD. Memasuki sekolah menengah pertama aku bercita-cita menjadi seorang penulis seperti Raditya Dika, dan Bena Kribo. Saat itu juga aku langsung membuat blog pertamaku dan berharap cepat terkenal seperti mereka, tatapi itu hanya impian. Beranjak dewasa tepat saat ini aku hanya mempunyai satu mimpi saja yakni gabungan dari cita-citaku selama 9 tahun, yakni menjadi seniman.
         Aku adalah pemuda Indonesia yang mencita-citakan menjadi seorang yang berguna dan berpengaruh di Indonesia dan juga di muka Bumi ini. Aku adalah seorang yang dilahirkan untuk mencintai seni, dan aku juga dilahirkan untuk membuatnya. Aku adalah kakak dari kakakku dan juga kakak dari adikku. Dan Aku adalah seorang yang akan membahagiakan mereka dan juga keluargaku. Amiin.

Minggu, 11 Januari 2015

Resolusi di Tahun 2015


                 Satu , Dua , Tiga, sudah 16 tahun aku melewati pergantian tahun. Tahun demi tahun aku lewati dengan penuh semangat, aku isi dengan kegiatan-kegiatan yang selalu ku rencanakan di awal tahun. Kegiatan yang berisikan resolusi, impian, dan harapan, yang setiap tahunnya aku tulis. Tahun ini, ditahun 2015 aku kembali ingin menuliskan harapan, impian, dan resolusi yang akan dan “wajib” aku jalani ditahun ini.
re·so·lu·si /rĂ©solusi/ n putusan atau kebulatan pendapat berupa permintaan atau tuntutan yg ditetapkan oleh rapat (musyawarah, sidang); pernyataan tertulis, biasanya berisi tuntutan tt suatu --kbbi obline
Aku bersyukur karena tahun kemarin aku lulus dan diterima di Sekolah yang telah aku impikan saat duduk dubangku SMP. SMK Negeri 2 Buduran, sekolah menengah kejuruan yang telah aku impikan akhirnya aku dapatkan dengan kerja kerasku selama SMP, dan pada tahun tersebut (2014) 1 resolusi besarku tercapai. Saat ini aku juga masuk kejurusan yang aku idamkan yakni TI (Teknologi Informatika) yang selanjutnya akan dipecah menjadi MM (Multimedia) dan RPL (Rekayasa Perangkat Lunak). Nah, 1 resolusi besarku yang harus aku capai yakni masuk kejurusan MM yang lebih berkaitan dengan seni grafis. Mengapa aku memilih jurusan Multimedia? karena yang aku tahu jati diriku ialah menjadi seorang seniman :).
Aku selalu berdoa untuk dapat mancapai cita-citaku. Resolusiku ditahun ini tidak hanya ingin masuk kejurusan  yang aku cita-citakan, aku mempunyai banyak resolusi yang harus aku kerjakan di tahun ini. Resolusi cita-cita, impian, dan harapan harus aku laksanakan dan wajib membuahkan hasil ditahun ini. Aku tidak mau membuang-buang waktu untuk hal yang tak penting. 
Selain memasuki jurusan yang aku inginkan, aku juga ingin memasuki “dunia” Musik yang telah tertanam dihati, otak, serta kupingku ini. Tahun ini aku ingin serius menekuni dan mempelajari alat-alat Musik, aku bisa bermain Gitar, Bass, Piano. Tetapi ditahun ini aku ingin serius bermain Piano, karena hanya piano yang membuat hatiku senang serta tenang. Untungnya tabunganku tahun lalu cukup untuk membeli “Synthesizer” impianku, dan tahun ini aku berjanji untuk menjadi Pianis, Keyboardis, serta synther handal. Amiiin. Karena itu aku mengidolakan sang jenius Ludwig Van Beethoven, dengan cara permainan yang mengikuti alur Beethoven mampu menciptakan nada yang serasi.

Mungkin aku memang dilahirkan untuk bertemu sapa dengan seni. Selain mempelajari Musik, resolusi terbesarku pada tahun ini adalah mahir menggunakan kamera professional atau kamera DSLR (Digital Single Lens Reflex ) dan mengekstraknya menjadi seni yang indah. Seni Fotografi di Indonesia mungkin terdengar cukup jarang, tetapi itulah yang membuat aku ingin menekuni ilmu ini. Aku ingin mencari jalan yang jarang dilalui oleh banyak orang, dan mencari jalan sendiri sehingga aku dapat cepat sampai dan menemukan apa yang aku cari. 
Mungkin hanya ada 3 resolusi terbesar yang aku catat dengan tinta permanen di otakku. Tetapi sebenarnya aku mempunyai banyak resolusi yang akan kujalani ditahun ini, yang terkendala ditahun kemarin. Seperti Sholat 5 waktu, mengaji disetiap selesai sholat, kembali menulis tutorial tips dan trik diblog lamaku, menjadi pribadi yang mengenal waktu, dan banyak sekali. Aku harap semua resolusiku yang tak terlaksana tahun kemarin mampu aku laksanakan tahun ini. Amiin.