Senin, 16 Maret 2015

Tong Kosong Nyaring Bunyinya


Bernakah berfikir kenapa setiap orang yang pandai itu selalu tak banyak cakap? Namun sebaliknya orang yang bodoh itu selalu saja ada topik yang dibicarakan. Orang pandai seperti diam seperti air, namun jika air itu mengalir, lama-kelamaan akan menghanyutkan. Namun orang bodoh itu seperti air yang mengalir deras, air yang selalu mengikuti kemana arus akan membawanya. Dan semua orang tau jika air yang mengalir deras pasti berbahaya dan selalu dijahui.
Tong kosong nyaring bunyinya, setiap benda yang hampa atau kosong pasti jika ditempa akan nyaring bunyinya hingga menyakitkan telinga. Seperti sifat "bodoh" dalam diri kita, sifat yang entah darimana datangnya, sifat yang selalu merugikan orang lain dan juga kita. "Jika ditempa akan nyaring bunyinya" ya itulah cerminan dari sifat "bodoh" ini. Selalu berbicara tentang opini yang jelek, dan membicarakannya sepanjang waktu tanpa melakukan riset terlebih dahulu, benar? atau tidak?
Bunyi dari tong yang nyaring pasti akan menyakitkan telinga siapa saja yang mendengarkannya. Selalu menyakiti, tak pandang bulu siapa yang ia sakiti. Ini adalah beberapa sikap dari sifat "bodoh" kita. Kita selalu menyakiti hati, maupun perasaan orang lain tanpa memperhatikan bagaimana keadaan mereka.
Omongan mereka masuk akal saat diucapkan namun saat dipikirkan kembali tak ada satu kata pun yang dapat kita cerna kedalam otak kita. Tong kosong adalah omong kosong, tong/gentong kebanyakan ukurannya sangat besar seperti omongan mereka yang tak berisi hanya omong kosong saja. Mereka hanya dapat bersuara (berbicara) tanpa melakukan.
Namun hal yang menarik adalah kita masih membutuhkan mereka (tong kosong). Untuk apa? Untuk menghibur kita. Terkadang kita gemas saat dia mulai berbicara tentang topik yang lagi tren namun karena mereka tak dapat mencernanya menjadikan omongannya itu menjadi omong kosong saja. Disitu letak hiburannya, "omong kosong". Kita selalu terhibur dengan itu. Tanpa disadari kita masih membutuhkan mereka.
Air yang deras selalu mengikuti arusnya. Air yang deras selalu membahayakan. Tetapi dari arus yang deras itu menuju kearus yang lebih tenang (lautan). Arus deras itu ibarat pelajaran yang harus kita terima dan harus kita saring, namun jika kita tidak bisa menyaringnya kita akan terjebak kedalam arus yang deras.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar