Bulan ini bulan kedua ditahun 2015. Bulan ini dikenal dengan bulan penuh kasih sayang. Bulan yang diperuntukan untuk sejoli untuk memadu kisah cinta mereka. Aku rasa tidak.
Berbicara cara dengan bulan kedua, bulan February. Orang-orang mengenal bulan ini dengan bulan penuh cinta karena adanya suatu pristiwa yang dinamakan "Valentine". Bulan dimana setiap orang dimuka bumi ini yang memiliki Kekasih ataupun menginginkan kekasih selalu bilang terhadap lawan jenisnya "Maukahkau menjadi Valentine ku?". Setiap umat manusia dibumi ini seakan belomba-lomba untuk merebut dan me-"landmark" hati kekasih mereka. Tetapi apakah hanya kekasih lawan jenis saja? Tidak adakah selain itu?
Menurutku hari "Valentine" itu hanyalah hari biasa saja. Hari dimana kita terbangun, bersiap untuk menjalani kesempatan hidup, dan menjalaninya dengan penuh niat. Namun karena setiap orang selalu memuja-mujakan hari ini sebagai hari kasih sayang, akupun memiliki orang yang aku sayangi. Orang yang juga selalu menyayangi serta mengasihi aku.
Valentine tak harus berbicara tentang kekasih yang dominan adalah lawan jenis. Tetapi valentine menurutku adalah hari dimana kita menyayangi orang yang selalu mengasihi kita. Ayahku. Ya, Ayahku, dialah orang yang selalu menyayangi serta mengasihiku. Aku selalu sayang dengannya karena dia merupakan super hero dalam keluarga kami, bahkan lebih.
Mengapa Ayahku?
Mengapa tidak? Apakah seorang Ayah tidak pantas untuk disayangi. Apa salahnya jika kita menjadikan Ayah menjadi sosok yang kita puja dihari Valentine. Apakah Valentine harus berhubungan dengan lawan jenis? TIDAK. Ayolah, sekali-sekali jadikan Ayahmu sebagai sosok yang kita puja di hari valentine.
Sah-sah saja jika sosok valentine kita adalah kekasih kita sendiri. Namun aku lebih memilih mengodolakan (memuja) Ayahku dihari valentine ketimbang lawan jenis. Karena sesungguhnya secara harfiah arti dari Valentine sendiri adalah "Hari kasih sayang". Jadi aku lebih menyukai menyayangi orang yang menyayangi aku dihari kasih sayang ini.
Berbicara cara dengan bulan kedua, bulan February. Orang-orang mengenal bulan ini dengan bulan penuh cinta karena adanya suatu pristiwa yang dinamakan "Valentine". Bulan dimana setiap orang dimuka bumi ini yang memiliki Kekasih ataupun menginginkan kekasih selalu bilang terhadap lawan jenisnya "Maukahkau menjadi Valentine ku?". Setiap umat manusia dibumi ini seakan belomba-lomba untuk merebut dan me-"landmark" hati kekasih mereka. Tetapi apakah hanya kekasih lawan jenis saja? Tidak adakah selain itu?
Menurutku hari "Valentine" itu hanyalah hari biasa saja. Hari dimana kita terbangun, bersiap untuk menjalani kesempatan hidup, dan menjalaninya dengan penuh niat. Namun karena setiap orang selalu memuja-mujakan hari ini sebagai hari kasih sayang, akupun memiliki orang yang aku sayangi. Orang yang juga selalu menyayangi serta mengasihi aku.
Valentine tak harus berbicara tentang kekasih yang dominan adalah lawan jenis. Tetapi valentine menurutku adalah hari dimana kita menyayangi orang yang selalu mengasihi kita. Ayahku. Ya, Ayahku, dialah orang yang selalu menyayangi serta mengasihiku. Aku selalu sayang dengannya karena dia merupakan super hero dalam keluarga kami, bahkan lebih.
Mengapa Ayahku?
Mengapa tidak? Apakah seorang Ayah tidak pantas untuk disayangi. Apa salahnya jika kita menjadikan Ayah menjadi sosok yang kita puja dihari Valentine. Apakah Valentine harus berhubungan dengan lawan jenis? TIDAK. Ayolah, sekali-sekali jadikan Ayahmu sebagai sosok yang kita puja di hari valentine.
Sah-sah saja jika sosok valentine kita adalah kekasih kita sendiri. Namun aku lebih memilih mengodolakan (memuja) Ayahku dihari valentine ketimbang lawan jenis. Karena sesungguhnya secara harfiah arti dari Valentine sendiri adalah "Hari kasih sayang". Jadi aku lebih menyukai menyayangi orang yang menyayangi aku dihari kasih sayang ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar